Gelar Konferensi di Bali, Red Hat Perkuat Komitmen Ekosistem Mitra Asia Pasifik PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 12 Juli 2018 12:44

Surabayakita.com,Jakarta - Red Hat, Inc. (NYSE: RHT), penyedia solusi open source terkemuka di dunia, mengumumkan agenda dan pembicara utama untuk Red Hat Partner Conference Asia Pacific 2018.

Acara ini berlangsung di Bali, 10-12 Juli 2018. Acara dihadiri oleh lebih dari 225 mitra, distributor, sistem integrator, independent software vendor(ISV), original equipment manufacturer (OEM), serta para penyedia solusi Red Hat.

Konferensi dimulai dengan presentasi utama oleh para eksekutif Red Hat, termasuk Dirk-Peter van Leeuwen (Senior Vice President and General Manager for Asia Pacific), dan Arun Oberoi (Executive Vice President for Global Sales and Services), serta Mark Enzweiler (Senior Vice President of Partners and Alliances). Pembicara tamu terkenal lainnya termasuk Sandra Ng (Group Vice President of IDC Asia Pacific Practice Group), yang memberikan wawasan tentang lanskap mitra dan peluang pasar di wilayah Asia Pasifik.

Dengan tema “Stronger Together”, acara ini menampilkan sesi-sesi khusus (breakout) tentang area-area fokus utama, misalnya modernisasi dan integrasi aplikasi, otomatisasi TI, container, cloud hybrid, serta bagaimana open source dapat mendorong inovasi di seluruh area ini. Konferensi ini menyediakan platform bagi para mitra untuk bertukar ide, memicu diskusi yang bermakna, dan berjejaring langsung dengan para pemimpin Red Hat dan ekosistem mitra.

Vice President, Channel Partners and Alliances, Red Hat Asia Pasifik, Josep Garcia, Rabu (11/7/2018), menegaskan, sejalan dengan tema “Stronger Together”, Red Hat Partner Conference Asia Pacific 2018 bertujuan untuk tidak hanya menghubungkan ekosistem mitra tetapi juga memberikan pengetahuan dan keahlian bagi mereka untuk lebih mengembangkan bisnis mereka dengan Red Hat.

"Para mitra akan dapat memberikan saran yang lebih baik kepada pelanggan mereka tentang solusi yang diperlukan untuk mempercepat transformasi digital mereka dan berkembang dalam lingkungan bisnis yang semakin tidak stabil, tidak pasti, dan kompleks ini"ujarnya.

Peserta juga berkesempatan mendengar dari para eksekutif Red Hat dan mitra, seperti Deloitte, Intel, STT Connect dan Microsoft tentang bagaimana mengembangkan strategi bisnis yang unggul melalui solusi-solusi Red Hat, Red Hat Partner Conference Asia Pacific 2018 merupakan forum menyeluruh yang ideal bagi para mitra yang ingin membawa bisnis mereka ke level berikutnya.

Pada kesempatan yang sama juga diadakan pameran para pemenang Red Hat Asia Pacific Partner Awards 2018; Sesi dan trek khusus (breakout) yang dipimpin oleh para pakar Red Hat tentang teknologi-teknologi baru seperti Red Hat Ansible Automation, Red Hat OpenShift Container Platform, Red Hat Fuse dan Red Hat 3scale API Management; Pratinjau terkait OpenShift Practice Builder Program for System Integrators; Sesi industri vertikal tentang bagaimana melengkapi strategi Red Hat untuk layanan keuangan vertikal di Asia Pasifik dan memenangkan lebih banyak bisnis; Tinjauan pendahuluan terkait program Red Hat Open Innovation Labs; dan Presentasi oleh para ahli, mitra aliansi teknologi, dan sponsor.

Group Vice President, Practice Group, IDC Asia Pacific, Sandra Ng, menambahkan para pelanggan tengah mencari ide, kemampuan co-creation, dan keterampilan teknologi baru untuk mengembangkan model-model bisnis baru dan untuk mentransformasi proses. Kemitraan ekosistem yang dapat mengatasi kebuntuan transformasi digital dari silo inovasi, serta kurangnya keahlian digital dan rencana taktis bagi pelanggan, akan berfungsi dengan baik.

”Dalam ekonomi transformasi digital, kemitraan merupakan elemen kunci untuk berinovasi, bersaing, dan bertumbuh,”pungkasnya. (SK3)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com