Sosialisasi Perda Baru, Dishub Tindak 28 Unit Mobil di Kawasan Stasiun Gubeng PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 05 Juli 2018 20:02

Surabayakita.com - Sebanyak 23 kendaraan roda empat diberi sanksi karena melanggar rambu larangan parkir, Kamis (5/7/2018). Mereka terpaksa ditilang karena jelas jelas tempat yang digunakan parkir terpasang rambu larangan parkir.

Ke 23 kendaraan itu terdiri atas 10 unit taksi, 12 kendaraan pribadi dan 1 unit mikrolet. Selain 23 unit kendaraan yang ditilang ini masih ada lima unit kendaraan lainnya yang juga mendapat tindakan tegas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya. Yakni terkena sanksi penggembokan ban.

"Giat operasi gabungan ini untuk sosialisasi  Perda  No 3 Tahun 2018 di seputaran Stasiun Gubeng. Kami melakukan operasi gabungan bersama Satlantas Polrestabes, Gartap III Surabaya dan Unit Lantas Polsek Tambak Sari," ujar Trio Wahyu Bowo, Kasi Pengawasan dan Penertiban Kota Surabaya, kepada Surabayakita.com.

Sejak disahkannya Perda No 3 Tahun 2018, Dishub Kota Surabaya memang aktif melakukan sosialisasi di semua ruas jalan. Tujuannya setelah perda tersebut diterapkan, para pengguna jalan memahami ketentuan yang berlaku dalam perda termasuk sanksi yang akan diberikan Dishub.

Beberapa sanksi yang akan diberikan kepada para pelanggar selain menggembosi dan mengunci ban mobil, juga akan dilakukan penderekan. Kendaraan yang diderek boleh diambil pemiliknya setelah membayar sanksi denda kepada Dishub Kota Surabaya.

"Tiap hari kami rutin melakukan patroli jalan raya. Termasuk di depan mall/plaza yang selalu ramai oleh pengunjung. Banyak kendaraan yang diparkir di depan mall meski jelas jelas ada rambu larangan parkir dipasang di lokasi tersebut," ujar Trio Wahyu Bowo.

Trio memberi contoh ruas Jl. Pemuda tepatnya di depan Surabaya Plaza. Banyak kendaraan berplat hitam 'ngetem' di tempat itu. Akibatnya deretan mobil tersebut menjadikan lalu lintas tersendat.

Kendaraan yang parkir di depan plaza ini sebenarnya rajin dihalau petugas patroli Dishub. Sesaat mereka memang pergi dari lokasi itu. Tapi setelah petugas Dishub pergi, mereka lantas balik lagi ke tempat semula.

"Kami ini seperti kucing kucingan dengan mereka. Kondisi 85 sesaat tapi mereka balik lagi ke tempat itu tidak lama kemudian. Tidak diketahui apakah mereka taksi online atau bukan karena memang tidak ada ciri khusus yang menempel di badan mobil," kata Trio.

Biasanya petugas Dishub mewaspadai kawasan ini saat pengunjung plaza mulai ramai sekitar pukul 10 pagi atau pukul 18-19 malam. Pada patroli ini petugas Dishub membawa serta mobil derek untuk menderek mobil yang bandel diparkir di tempat larangan parkir.(SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com